Pemkab Rembang Jadikan Kampung Ramadan 2026 Etalase UMKM Naik Kelas
Produk UMKM juga dicek kebersihan dan kesehatannya. Semua menunjukkan baik atau higienis sehingga aman dikonsumsi.
REMBANG – Pemkab Rembang, Jawa Tengah, bergerak cepat memastikan kenyamanan warga dalam berburu takjil. Melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM), pemerintah menjamin seluruh pangan yang dijajakan di Kampung Ramadan 2026 aman dari zat berbahaya, sekaligus menjadi upaya nyata dalam menggeliatkan ekonomi pelaku UMKM lokal.
Kepala Dindagkop UKM Rembang, M. Mahfudz, menyatakan bahwa pihaknya melakukan pengecekan berkala terhadap kandungan zat pada jajanan yang dijual. Langkah preventif ini dilakukan dengan mengambil sampel langsung dari berbagai stan pedagang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, tim penguji mengambil sampel dari berbagai jenis makanan seperti usus ayam, bubur, sop, tahu, mutiara, serta aneka olahan lainnya untuk diuji langsung di lokasi guna menjamin keakuratan dan kecepatan data.
Hasil pengujian tersebut menunjukkan seluruh parameter memenuhi syarat kesehatan dengan status negatif terhadap kandungan bahan berbahaya maupun pengawet terlarang, sehingga produk pangan yang dijajakan dipastikan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
"Alhamdulillah hasilnya memenuhi syarat kesehatan. Jika nantinya ditemukan bahan berbahaya, kami akan menelusuri bahan dasarnya dan memberikan pembinaan langsung kepada pedagang," tegas M. Mahfudz.
Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro, juga memberikan dukungan penuh. Ia menekankan pentingnya bagi para pelaku UMKM untuk melek teknologi guna memperluas jangkauan pasar.
"Promosi sekarang bisa lewat apa saja, termasuk media sosial. Dengan promosi masif, tentu banyak warga yang berdatangan ke Kampung Ramadhan 2026," ujar Gus Hanies, sapaan akrabnya.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan terhadap UMKM tidak hanya bergantung pada APBD, melainkan hasil sinergi dengan berbagai pihak seperti BUMN dan BUMD. Tujuannya jelas: menjadikan Kampung Ramadhan sebagai etalase agar produk lokal Rembang mampu "naik kelas" dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Kehadiran sentra takjil dan produk lokal ini diharapkan tidak hanya menjadi magnet wisata kuliner musiman bagi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi daerah melalui penyediaan wadah promosi yang representatif bagi para pelaku usaha kecil di Kabupaten Rembang.
Dengan pengawasan rutin dan promosi yang kuat, Pemkab Rembang berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi wisata kuliner musiman, tetapi juga standar baru bagi penerapan keamanan pangan yang bertanggung jawab di wilayahnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


