TIMES REMBANG, JAKARTA – Sambal ijo menjadi salah satu ikon kuliner dari Padang Sumatra Barat. Sambal ini menjadi pendamping wajib makanan Padang, mulai dari rendang, ayam pop, dendeng dan lainnya.
Sambail ijo disebut juga sambalado mudo atau lado mudo, karena dibuat dari cabai dan tomat muda yang masih berwarna hijau. Sensasi pedas dari olahan ini lebih ringan dengan aroma segar.
Berikut resep sambal ijo khas Padang
Bahan-bahan:
250 gram cabai hijau keriting
100 gram cabai rawit hijau
150 gram tomat hijau
100 gram bawang merah
50 gram bawang putih
3 lembar daun jeruk
2 batang serai, memarkan
Garam secukupnya
Gula pasir secukupnya
Minyak goreng secukupnya
Air jeruk nipis (opsional)
(jumlahnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan ya)
Cara membuat:
Cuci bersih semua bahan. Rebus cabai hijau, cabai rawit, tomat hijau, bawang merah dan bawang putih sampai setengah matang. Tujuannya untuk menghilangkan bau langu. Angkat tiriskan.
Ulek kasar semua bahan yang sudah direbus.
Panaskan minyak goreng, dan tumis sambal yang diulek tadi. Masukkan daun jeruk dan serai, dauk rata.
Tambahkan daun jeruk dan serai yang digeprek. Jangan lupa garam dan gula sebagai perasa. Aduk rata dan masak dengan api kecil hingga minyak keluar. Tambahkan perasan jeruk nipis untuk menambah rasa segar.
Sambal ijo siap disajikan. Bisa juga disimpan untuk 1-2 minggu. Tips menyimpan sambal ijo, gunakan wadah kedap udara. Masukkan sambal ijo ke dalam wadah jika sudah benar-benar dingin (suhu ruang tidak berasap). Siampan di dalam kulkas bagian tengah atau di pintu agar kesegarannya terjaga.
Sambal ijo juga bisa dikreasikan dengan berbagai isian. Seperti teri, petai, tongkol, cumi-cumi dan lainnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Resep Sambal Ijo Khas Padang yang Melegenda
| Pewarta | : Dhina Chahyanti |
| Editor | : Dhina Chahyanti |