https://rembang.times.co.id/
Berita

Kerugian Banjir dan Longsor di Rembang Tembus Rp 2 Miliar

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:04
Kerugian Banjir dan Longsor di Rembang Tembus Rp 2 Miliar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Sri Jarwati. (Foto: Ezra Vandika/TIMES Indonesia)

TIMES REMBANG, REMBANG – Rangkaian bencana alam berupa banjir dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada periode 8 hingga 14 Januari 2026, membawa dampak ekonomi yang signifikan. Berdasarkan data terbaru, total kerugian materiil akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp 2 miliar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Sri Jarwati, mengungkapkan bahwa estimasi kerugian tersebut mencakup kerusakan bangunan rumah, fasilitas umum, hingga sektor ekonomi masyarakat. Kerusakan tersebar di berbagai bidang vital, mulai dari pendidikan, pertanian, perikanan, kesehatan, hingga infrastruktur pekerjaan umum.

"Secara umum, penanganan darurat telah berjalan cukup baik melalui koordinasi lintas sektor. Masa tanggap darurat ditetapkan hingga 14 Januari 2026, dan tim BPBD terus bergerak aktif di lapangan," ujar Sri Jarwati saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Kamis (15/1/2026).

Hingga saat ini, BPBD mencatat dampak kerusakan terjadi di 23 desa yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Rembang. Untuk meringankan beban warga yang kehilangan penghasilan karena tidak dapat bekerja selama bencana, pemerintah telah menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pokok, pakaian, hingga terpal bagi warga yang rumahnya terdampak langsung.

Selain penyaluran bantuan, BPBD bersama pemerintah desa setempat juga mulai menggerakkan kegiatan pemulihan. Upaya ini meliputi kerja bakti pembersihan lingkungan permukiman serta perbaikan darurat pada sarana dan prasarana lingkungan yang rusak agar aktivitas warga bisa kembali berjalan.

Di sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang sempat terendam banjir dilaporkan sudah mulai aktif kembali. Meski demikian, pihak BPBD mencatat masih ada beberapa siswa yang belum bisa kembali bersekolah lantaran kondisi rumah mereka yang masih terdampak parah akibat bencana tersebut.

Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) dan pemerintah daerah terus mengalir deras ke lokasi terdampak. Beberapa fasilitas umum pun telah selesai dibersihkan. Namun, Sri Jarwati menyebutkan bahwa sebagian warga hingga kini masih mengungsi di rumah kerabat mereka menunggu situasi benar-benar aman.

Terkait kendala di lapangan, Sri menjelaskan bahwa perbaikan permanen oleh dinas teknis belum bisa dilakukan sepenuhnya. "Kendala utama adalah cuaca yang masih sangat ekstrem. Kami harus menunggu cuaca kembali normal sebelum penanganan teknis dilakukan secara menyeluruh," tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, BPBD Rembang terus menghimbau warga, terutama yang tinggal di daerah perbukitan dan bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta mengenali potensi bencana di wilayah masing-masing dan siap melakukan evakuasi mandiri guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa di masa mendatang. (*)

Pewarta : Ezra Vandika
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Rembang just now

Welcome to TIMES Rembang

TIMES Rembang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.