TIMES REMBANG, PATI – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sejak Jumat (9/1/2026) malam telah memicu bencana banjir bandang yang meluas. Hingga Minggu siang (11/1/2026), tercatat sebanyak 48 desa yang tersebar di 12 kecamatan terendam air, menyebabkan aktivitas warga lumpuh total.
Dampak dari bencana ini sangat signifikan, di mana ribuan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Tidak hanya merendam permukiman, terjangan arus air yang kuat juga mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah hingga rata dengan tanah.
Berdasarkan data yang dihimpun, 12 kecamatan yang terdampak meliputi Pati Kota, Margorejo, Wedarijaksa, Margoyoso, Tayu, Dukuhseti, Tambakromo, Gabus, Winong, Batangan, Juwana, dan Tlogowungu. Khusus di Kecamatan Tlogowungu, kondisi diperparah dengan munculnya titik-titik tanah longsor yang menyertai terjangan banjir bandang.
Desa Bulumanis Kidul di Kecamatan Margoyoso menjadi salah satu titik terdampak paling parah dalam peristiwa kali ini. Ratusan rumah di desa tersebut terendam air, dan belasan rumah di antaranya dilaporkan hancur total akibat terjangan arus banjir yang sangat kuat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berupaya melakukan penanganan darurat. Prioritas utama saat ini adalah mengevakuasi warga yang kehilangan tempat tinggal serta menyalurkan bantuan ke titik-titik pengungsian.
Kepala BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan alat berat untuk membantu proses pembersihan dan penanganan di lokasi. "Kami mengirimkan bantuan alat berat hingga melakukan evakuasi bagi warga yang rumahnya rata dengan tanah," ujar Martinus pada Minggu (11/1/2026).
Lebih lanjut, Martinus menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini tidak hanya membawa banjir, tetapi juga disertai angin kencang dan tanah longsor di beberapa wilayah. Fokus perbaikan dan bantuan saat ini diarahkan ke wilayah dengan kerusakan paling berat, khususnya di Desa Bulumanis Kidul. (*)
| Pewarta | : Ezra Vandika |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |