https://rembang.times.co.id/
Berita

Banjir Kudus Meluas ke 38 Desa, 1.520 Ribuan Warga Mulai Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:17
Banjir Kudus Meluas ke 38 Desa, 1.520 Ribuan Warga Mulai Mengungsi Sejumlah warga mengungsi akibat banjir di Kudus, Jumat (16/1/2026). (FOTO: dok warga)

TIMES REMBANG, KUDUS – Bencana banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, semakin memprihatinkan. Hingga Jumat (16/1/2026), genangan air dilaporkan terus meluas hingga mencakup 38 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Kondisi ini memaksa sedikitnya 1.520 warga untuk meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di 10 posko pengungsian yang telah disediakan.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, terjadi lonjakan jumlah pengungsi yang sangat signifikan. Jika pada hari sebelumnya tercatat hanya 596 jiwa, kini angka tersebut naik drastis menjadi lebih dari seribu orang seiring dengan meningkatnya debit air di pemukiman warga.

Hingga saat ini, ketinggian air di sejumlah titik masih mencapai 1 meter dan belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Di Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati, pemandangan kontras terlihat; sebagian warga memutuskan untuk mengungsi, namun sebagian lainnya memilih bertahan di dalam rumah meski akses logistik dan bantuan mulai terhambat.

Siti Kusmiatun, salah satu warga Jatiwetan yang memilih bertahan, mengungkapkan keluh kesahnya. Ia mengaku hingga kini belum tersentuh bantuan makanan maupun kebutuhan pokok lainnya. Padahal, Siti harus memberikan perhatian ekstra karena memiliki bayi yang baru berusia 2,5 bulan.

"Belum ada bantuan apa-apa, makanan juga tidak ada. Terpaksa usaha sendiri, menerjang banjir buat beli makan. Apalagi saya punya anak balita, baru lahir Oktober kemarin. Sekarang masih bertahan di rumah," ujar Siti dengan nada pasrah saat ditemui di kediamannya.

Kondisi serupa dirasakan oleh Andi, warga Jatiwetan lainnya. Ia menjelaskan bahwa banjir setinggi paha orang dewasa ini telah melumpuhkan total aktivitas ekonomi warga sekitar. Menurutnya, bencana ini dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi serta sistem drainase yang membuat air tidak bisa mengalir lancar ke sungai.

Andi menyebutkan bahwa alasan utama warga tetap bertahan adalah karena bangunan rumah mereka sudah ditinggikan sebelumnya. "Saya belum mengungsi karena merasa rumah masih bisa ditempati, tapi ada juga tetangga yang sudah ke balai desa," jelasnya.

Di sisi lain, laporan dari lapangan menunjukkan bahwa debit air di beberapa lokasi justru mengalami peningkatan hingga menembus lebih dari satu meter. Hal ini memicu kekhawatiran akan adanya wilayah yang terisolasi jika hujan terus mengguyur wilayah Kudus dan sekitarnya.

Hingga saat berita ini diturunkan, pihak terkait dan tim SAR gabungan masih terus melakukan pendataan serta upaya evakuasi bagi warga, terutama mereka yang berada di titik-titik rawan dengan kenaikan debit air yang signifikan.(*)

Pewarta : Ezra Vandika
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Rembang just now

Welcome to TIMES Rembang

TIMES Rembang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.