Akses Rumah Ditutup Portal, Warga Rembang Minta Mediasi dan Solusi
Konflik antar tetangga berujung pemblokiran akses jalan terjadi di Dukuh Pulo, Desa Pulo RT 03 RW 01, Kecamatan Rembang. (Foto: Ezra Vandika/TIMES Indonesia)

Akses Rumah Ditutup Portal, Warga Rembang Minta Mediasi dan Solusi

Konflik antar tetangga di Dukuh Pulo, Rembang, berujung pemblokiran akses jalan rumah warga selama lima hari. Korban kesulitan beraktivitas hingga berobat.

TIMES Rembang,Minggu 5 April 2026, 15:37 WIB
1.4K
E
Ezra Vandika

REMBANGKonflik antar tetangga berujung pemblokiran akses jalan terjadi di Dukuh Pulo, Desa Pulo RT 03 RW 01, Kecamatan Rembang. Nyamani, pemilik rumah yang terdampak, mengaku sangat kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari setelah akses keluar-masuk rumahnya dipasang portal oleh tetangganya sendiri.

Nyamani, Minggu (5/4/2026) menjelaskan bahwa penutupan jalan ini sudah berlangsung selama lima hari terakhir.

Menurut Nyamani, tindakan pemortalan ini dipicu oleh tuduhan yang tidak berdasar. Ia menyebut ada sentimen pribadi yang sudah mengendap lama namun baru memuncak belakangan ini.

"Asal usulnya itu kesalahpahaman. Saya dituduh nyandet ibunya dan tuduhan lainnya. Permasalahan ini aslinya sudah belasan tahun, tapi kalau untuk menutup atau memortal akses kita, ini baru berjalan lima hari," ujar Nyamani dengan nada kecewa.

Penutupan akses ini membawa dampak signifikan bagi mobilitas keluarganya, terutama bagi sang istri yang tengah memerlukan perawatan medis secara rutin.

Penutupan akses tersebut menyebabkan mobilitas keluarga lumpuh total dan mengganggu segala aktivitas di dalam rumah, terutama bagi Nyamani yang kini kesulitan membawa istrinya keluar untuk kontrol kesehatan, padahal sebelumnya aktivitas berobat sehari-hari selalu berjalan aman dan lancar tanpa kendala sebelum jalan tersebut diportal.

article

Meski sudah mengadu kepada pihak otoritas setempat, Nyamani mengaku belum mendapatkan solusi yang nyata. Koordinasi dengan perangkat desa maupun Kepala Desa Pulo hingga kini belum memberikan hasil bagi keluarganya.

"Harapan saya inginnya akses ini dibuka, baik samping maupun depan. Harus ada musyawarah yang baik antar tetangga dan mediasi agar tahu kejelasannya seperti apa. Jangan sampai berlarut-larut seperti ini terus," tambahnya.

Menanggapi keluhan warganya, Kepala Desa Pulo, Rudi Pavendi, membenarkan bahwa pihaknya telah mencoba menengahi konflik tersebut melalui proses audiensi. Namun, ia mengakui belum ada kesepakatan yang tercapai antara Ketiga belah pihak.

"Tadi kita sudah melakukan audiensi dengan beberapa pihak, tapi hasilnya belum ada titik temu," jelas Rudi.

Rudi menambahkan bahwa langkah selanjutnya akan melibatkan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memastikan status hukum lahan tersebut.

"Nanti kita tunggu bukti autentik dari pihak BPN hari Senin untuk melakukan pengecekan dan pengukuran. Pihak terkait lainnya juga akan dipanggil karena status sertifikatnya masih satu (induk) dan belum terpecah," tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga Nyamani masih berharap adanya kebijaksanaan dari pihak tetangga dan ketegasan dari pemerintah desa agar akses jalan dapat kembali digunakan sebagaimana mestinya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Ezra Vandika
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Rembang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.