Pasangan di Rembang Menikah dengan Mas Kawin Dua Bibit Pohon Mangga
Pernikahan Vicky–Feronika di Rembang viral karena mahar dua bibit pohon mangga, sarat filosofi cinta dan kepedulian lingkungan, diapresiasi Kemenag sebagai contoh ekoteologi.
REMBANG – Sebuah pemandangan unik dan menyentuh hati mewarnai prosesi pernikahan antara Vicky Rio Wimbi Utomo dan Feronika Parastuti Remi. Bertempat di Desa Sambiyan, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, pasangan ini mendadak viral lantaran mas kawin atau mahar yang mereka pilih tergolong tidak biasa, selain uang tunai terdapat dua bibit pohon mangga yang menjadi saksi bisu ikatan suci mereka.
Bagi Vicky Rio, sang mempelai pria, pemilihan pohon mangga bukan sekadar untuk mencari sensasi atau sekadar tampil beda. Di balik mahar tersebut, terselip untaian doa dan filosofi mendalam mengenai perjalanan rumah tangga yang akan ia arungi bersama Feronika.
"Saya memilih pohon mangga sebagai mahar, melainkan doa yang kutanam dalam-dalam di tanah kehidupan. Agar cinta kita tumbuh seperti akarnya, menguat meski tak selalu terlihat, dan menjulang seperti batangnya, teguh menghadapi musim apa pun," ungkap Vicky dengan penuh haru, Rabu (1/4/2026).
Ia juga berharap kelak manisnya buah mangga tersebut dapat menjadi simbol kesabaran yang berbuah kebahagiaan. Lebih dari itu, mahar ini merupakan wujud kepedulian mereka terhadap bumi.
"Cinta ini tak hanya untuk kita, tetapi juga untuk bumi yang kita pijak bersama," tambahnya.
Keunikan mahar berupa bibit pohon ini mendapat apresiasi luar biasa dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Rembang, Mukhson, yang menilai langkah Vicky dan Feronika sangat sejalan dengan program dari Kemenag tentang ekoteologi, yakni upaya pelestarian lingkungan yang berlandaskan ajaran agama.
Kemenag berharap inisiatif ini dapat menjadi inspirasi dan tren positif bagi calon pengantin lainnya untuk mulai peduli terhadap alam sejak hari pertama pernikahan, sehingga memberikan manfaat luas serta dampak positif langsung bagi kelestarian bumi dan masyarakat sekitar.
"Kami bahagia banget, semoga apa yang njenengan lakukan menginspirasi para calon pengantin yang lain. Baru di awal pernikahan sudah memberikan manfaat dan dampak positif terhadap kelestarian lingkungan," ujar Mukhson.
Mukhson juga menitipkan pesan mendalam agar pasangan tersebut merawat pohon mangga tersebut sebagaimana mereka merawat ikatan pernikahan mereka.
Menurutnya, jika kedua hal tersebut pohon dan rumah tangga dirawat dengan sungguh-sungguh, maka akan lahir keberkahan yang tidak hanya dirasakan oleh keluarga kecil mereka, tetapi juga oleh dunia dan kehidupan bumi yang lebih baik. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

