Kursi Ketua KONI Rembang Sepi Peminat, Perpanjangan Ketiga Masih Tanpa Pendaftar
Belum ada calon Ketua KONI Rembang hingga perpanjangan ketiga. Kondisi ini membuka peluang intervensi KONI Jateng dan memicu desakan agar Plt Zaenal Arifin ditetapkan definitif.
REMBANG – Proses suksesi kepemimpinan di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Rembang (KONI Rembang) kini tengah menjadi sorotan tajam. Hingga memasuki masa perpanjangan pendaftaran yang ketiga, belum ada satu pun kandidat yang mendaftarkan diri secara resmi untuk memperebutkan kursi ketua organisasi olahraga tertinggi di tingkat kabupaten tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Rembang, Zaenal Arifin, menyatakan bahwa pihak panitia sebenarnya telah memberikan kelonggaran waktu yang cukup bagi para peminat. Pihaknya mencatat perpanjangan pendaftaran telah dilakukan sebanyak tiga kali guna menjaring figur potensial, namun hasilnya tetap nihil dan tidak sesuai dengan harapan panitia.
Arifin merinci bahwa perpanjangan pertama dimulai sejak 5 Januari, disusul tahap kedua hingga 27 Januari, dan kini memasuki tahap ketiga yang dibuka sejak 28 Januari hingga pekan ini. "Tapi sampai hari ini, belum ada satu pun pendaftar," ungkap Arifin pada Jumat (29/1/2026). Ia mengaku heran dengan minimnya animo tersebut, mengingat posisi KONI sangat strategis bagi pembinaan prestasi olahraga daerah.

Situasi kebuntuan ini membuka peluang bagi KONI Jawa Tengah untuk melakukan intervensi langsung. Jika perpanjangan ketiga tetap tanpa pendaftar, seluruh proses akan diserahkan ke tingkat provinsi. Arifin menekankan bahwa Plt tidak memiliki kewenangan untuk menggelar Musyawarah Kabupaten (Musyorkap), sehingga penunjukan langsung oleh KONI Jateng menjadi opsi terakhir yang realistis namun berisiko bagi reputasi daerah.
Minimnya calon dari internal Rembang dinilai dapat melahirkan preseden buruk bagi dunia olahraga setempat. Arifin mengkhawatirkan munculnya stigma negatif jika Rembang dianggap tidak mampu memunculkan figur pemimpin dari putra daerah sendiri. "Kalau sampai ditunjuk orang dari luar daerah, tentu ini menjadi catatan dan bisa dibilang memalukan bagi Rembang," tegasnya.
Kondisi ini turut memancing reaksi dari pengamat politik lokal, Suparno, yang menilai kekosongan kepemimpinan definitif yang terlalu lama sangat tidak ideal bagi organisasi sebesar KONI. Suparno berpendapat bahwa proses yang berlarut-larut ini menunjukkan adanya masalah pada antusiasme tokoh daerah dalam mengelola sektor olahraga.
Sebagai solusi konkret, Suparno merekomendasikan agar Plt saat ini, Zaenal Arifin, segera ditetapkan sebagai ketua definitif. Ia menilai rekam jejak Arifin telah teruji, salah satunya melalui kemajuan prestasi sepak bola melalui PCL. Menurutnya, penetapan langsung jauh lebih baik daripada membiarkan proses pemilihan buntu atau harus dipimpin oleh caretaker dari luar daerah yang belum tentu memahami dinamika lokal.
"Daripada prosesnya berlarut-larut dan tidak efektif, lebih baik langsung ditetapkan Pak Arifin sebagai Ketua KONI Rembang definitif demi keberlanjutan prestasi olahraga daerah," pungkas Suparno menutup keterangannya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


